Petani Kopi di Dataran Tinggi Tanah Gayo/ Foto Ampelsa
Banda Aceh (Aentenews) - Bencana alam banjir dan longsor di provinsi Aceh pada 26 November 2025 berdampak terhadap sektor perkebunan tanaman kopi di empat kabupaten dengan total luasnya mencapai 8.224 hektare.
Data sementara pemerintah Aceh hingga 8 Januari 2026, seluas 8.224 hektare tanaman kopi terdampak bencana alam banjir meliputi kabupaten Tamiang, kabupaten Aceh Tengah, kabupaten Bener Meriah dan kabupaten Gayo Lues.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan provinsi Aceh, Cut Hazimah di Banda Aceh, Kamis (8/1), menyebutkan angka luas perkebun kopi yang terdampak beencana alam banjir dan longsor itu akan difinalisasi hingga 20 Januari 2026.
Sektor perkebunan yang terdampak bencana alam banjir seluas 8.224 hektare itu terdiri dari tanaman kopi arabika dan kopi robusta.
Untuk kabupaten Aceh Tamiang, tanaman kopi robusta yang terdampak mencapai 33,60 hektare, Aceh Tengah jenis robusta seluas 24,94 hektare dan kopi robusta
seluas 3.790,59 hektare, Bener Meriah kopi arabika seluas 3.941 hektare dan Gayo Lues, kopi arabika seluas 433 hektare.
Pendatan luas tanaman perkebunan yang terdampak bencana alam banjir dan longsor itu tertuang dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi pas bencana (R3P) provinsi Aceh.