Dalam kesempatan tersebut, Ketua PHRI BPD Aceh, Andre Leo, menegaskan bahwa transformasi digital dan peningkatan kapasitas SDM adalah kunci agar industri perhotelan dan restoran tetap relevan.
“Transformasi digital bukan sekadar tren, tapi kebutuhan. Kita harus memanfaatkannya untuk efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan. Di sisi lain, SDM yang kompeten akan memastikan pelayanan kita profesional sekaligus mencerminkan nilai-nilai syariah,” ujarnya.
Andre juga mengajak peserta untuk aktif berdiskusi, berbagi ide, dan memperkuat sinergi dengan pemerintah.
“Mari jadikan forum ini ruang strategis untuk menyusun langkah nyata demi pariwisata Aceh yang berdaya saing dan berkarakter,” tambahnya.
Rakerda PHRI Aceh 2025 pun dipandang sebagai momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama. Melalui digitalisasi dan peningkatan kualitas SDM berbasis nilai syariah, Aceh optimis memperkokoh posisinya sebagai destinasi wisata halal unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.//Rdaksi
Sumber: Disbudpar Aceh