Data ilmiah dari riset bisa menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam menyusun strategi pengelolaan tambak berkelanjutan serta untuk mengurangi risiko kerugian petambak.
Lebih lanjut, Ridha menjelaskan penelitian yang ia lakukan tidak hanya memberikan data lapangan, tetapi juga memperkaya pengetahuan akademik mengenai dinamika serangan parasit pada udang vaname di tambak tradisional maupun modern.
Menurutnya, analisis prevalensi, intensitas, dan dominansi parasit penting untuk memahami pola serangan serta menentukan langkah mitigasi yang tepat.
“Hasil riset ini diharapkan juga tidak hanya berguna bagi petambak, tetapi juga bagi dunia akademisi sebagai referensi dalam pengembangan ilmu perikanan dan pengelolaan sumber daya pesisir,” ungkapnya.
"Dengan dukungan kebijakan yang tepat, pemeriksaan rutin kesehatan udang dan lingkungan tambak dapat memperkuat daya saing udang Aceh di pasar global, sekaligus menjaga ketersediaan pangan nasional," kata Ridha menambahkan.
Sebagai putra daerah, Ridha berharap riset yang ia lakukan dapat menjadi kontribusi nyata bagi Aceh dan Indonesia. “Dari Aceh, kita bisa membangun perikanan yang lebih kuat, sehat, dan berdaya saing global,” pungkasnya.
Parasit pada udang dapat menyebabkan penyakit dan kerugian ekonomi pada budidaya.