Banda Aceh (Aentenews) - Seorang mahasiswa magister pada Universitas Syiah Kuala Banda Aceh M Ridha Fahlevi, menyebutkan serangan penyakit dan parasit terhadap budidaya udang vaname khususnya di pesisir pantai barat Aceh itu menjadi salah satu kendala bagi petambak di daerah tersebut.
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) menjadi primadona ekspor perikanan Indonesia dan tulang punggung ketahanan pangan nasional, namun ancaman penyakit, khususnya serangan parasit, masih menjadi masalah yang kerap merugikan petambak, katanya kepada aentenews.com di Banda Aceh, Kamis.
Dari penelitian terbaru yang dilakukan di tambak pesisir pantai barat Aceh menegaskan pentingnya pengelolaan tambak yang sehat untuk mencegah kerugian. Sebab, katanya pemeriksaan parasit pada udang vaname terbukti mampu mendeteksi sejak dini potensi gangguan produksi.
“Serangan parasit bukan hanya mengurangi hasil panen, tetapi juga bisa memengaruhi keberlanjutan produksi udang," kata dia menjelaskan.
Oleh karena itu, M Ridha Fahlevi berpendapat bahwa pencegahan melalui pemeriksaan parasit harus jadi bagian dari manajemen tambak.
Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebutkan produksi udang nasional bisa mencapai 5,5 juta ton pada 2024 atau meningkat hampir 20 persen dari tahun sebelumnya.
Sementara Aceh sebagai salah satu sentra budidaya udang vaname, kata dia memegang peranan penting dalam mendukung tercapainya target produksi komoditas perikanan tersebut. Karena itu ia menyatakan bahwa penelitian tersebut dianggap relevan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.