Ia menegaskan, menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh masyarakat memiliki peran dalam menciptakan suasana yang aman, damai dan kondusif.
Momentum peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus 2026 lanjutnya, hendaknya menjadi kesempatan untuk kembali mengingat pentingnya persatuan serta memperkuat komitmen bersama agar perdamaian tetap terpelihara di Aceh.
“Semoga doa yang kita panjatkan bersama menjadi bentuk rasa syukur sekaligus ikhtiar agar perdamaian Aceh terus terjaga hingga anak cucu kita,” demikian tutup mantan Anggota DPRA Aceh ini.
Aentenews by Ampelsa.