“Kami akan mengerahkan ekskavator amfibi untuk mempercepat penanganan. Mudah-mudahan pekerjaan sepanjang 500 meter di muara ini dapat diselesaikan lebih cepat dan memberikan hasil sesuai harapan masyarakat,” ujar Sibral.
Staf Humas Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Jamaluddin menjelaskan pekerjaan dilaksanakan secara bertahap dengan memprioritaskan sisi kiri muara. Progres normalisasi saat ini berada di kisaran 35–40 persen, sedangkan pengerjaan jalur prioritas tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu setengah bulan.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dan mendorong penyelesaian pekerjaan sebelum puncak musim hujan.
“Puncak musim hujan berada pada Oktober, November, dan Desember. Kami berharap sebelum memasuki periode tersebut seluruh penanganan dapat diselesaikan,” kata Perwakilan Tim Satgas PRR Aceh dari Kementerian Dalam Negeri, Imran.
Aentenews by Ampelsa.