Pidie Jaya (Aentenews) – Sejumlah pengungsi korban bencana banjir yang sudah menempati Hunian Sementara (Huntara) sebelum Idul Fitri 1447 Hiriyah di Desa Meunasah Raya, kecamatan Meurah Dua kabupaten Pidie Jaya, Aceh dilaporkan mengeluh karena kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan memasak dan mencuci.
Sebagian pengungsi Huntara mengaku sejak dipindahkan dari barak ke Huntara menjelang Lebaran, mereka terkendala dengan air bersih, meski fasilitas jaringan pipa sudah tersedia, namun distribusi air masih belum berjalan normal.
Kepala Desa Meunasah Raya, Abdul Halim Ishak yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis (26/3/2026) mengatakan, bersyukur pengungsi sudah menempati huntara. Namun, warga terdampak bencana masih kesulitan air bersih.
Kepala Desa Abdul Halim, mengatakan, di daerahnya terdapat dua lokasi huntara yang sudah ditempati pengungsi, yakni Huntara Meunasah Raya dengan jumlah 66 KK dan Huntara Terminal sebanyak 70 KK .
Ia mengaku belum seluruhnya pengungsi yang menempati Huntara dan masih terdapat beberapa KK lainnya di penampungan sambil penunggu pembangunan huntara selesai untuk ditempati mereka,” ungkapnya.
Terkait kendala air bersih yang dialami warganya, Kades Abdul Halim menyatakan di Huntara sudah tersedia tiga unit sumur bor dengan kapasitas volume air terbatas sehingga tidak mencukupi pemenuhan ratusan KK pengungsi.
“Kami berharap kepada PNPB atau pemerintah untuk menambah fasilitas sumur bor di Huntara agar kebutuhan dasar warga terpenuhi,” jelasnya.