“Kami memastikan pembangunan ini selaras dengan blueprint rehabilitasi dan rekonstruksi, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tambah Okta.
Sementara, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan bahwa penyediaan hunian permanen tersebut diprioritaskan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, hanyut, atau berada di zona rawan bencana.
"Penyediaan hunian secara permanen ini menjadi langkah nyata pemerintah untuk memberikan kembali tempat tinggal demi kehidupan yang lebih baik pascabencana," kata dia.
Berdasarkan data BNPB, target pembangunan huntap di Provinsi Aceh mencapai 18.354 unit. Sementara itu, di Sumatera Utara sebanyak 6.432 unit dan di Sumatera Barat sebanyak 4.186 unit.
Aentenews by Ampelsa.