“Mendikdasmen menyampaikan lebih dari 1.000 fasilitas pendidikan sudah melakukan perjanjian kerja sama untuk perbaikan. Tapi, beliau menggunakan skala prioritas dengan mengutamakan pekerjaan fasilitas yang mengalami rusak berat,” kata Tito di Jakarta.
Sementara, PJ Kepala SMA 2 Meureudu, kabupaten Pidie Jaya, Diah Dasmara kepada Aentenews.com, menyatakan, kondisi sekolahnya yang terdampak berat bencana hingga kini belum bisa difungsikan.
“Meskipun sekolah sudah dibersihkan dari lumpur, anak anak hingga kini mengikuti proses belajar mengajar di bangunan sementara yang terpisah dari gedung sekolah,” katanya.
Ia mengatakan sekitar 245 siswa mengikuti proses belajar di bangunan sekolah sementara itu dengan kapasitas ruangan terbatas. Ketersediaan air bersih juga menjadi kendala karena keterbatasan pompa air.
“Sekolah mengharapkan pemerintah segera menyediakan fasilitas air bersih agar siswa belajar nyaman,” harapnya.
Aentenews by Farid Ismullah