Pidie Jaya (Aentenews) – Sejumlah pengungsi korban bencana banjir yang masih menempati tenda darurat di kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mengeluh karena kesulitan tabung gas elpiji untuk kebutuhan memasak sejak layanan dapur umum dihentikan.
Pengungsi yang menempati tenda darurat tidak lagi mendapat makanan dari dapur umum dan warga terdampak sudah memasak sendiri makanan di tendanya masing masing.
Menurut pengungsi korban banjir, layanan dapur umum sudah dihentikan sejak seminggu lalu, dan pengungsi memasak di tenda darurat menggunakan bahan bakar gas elpiji subsidi.
Masalah yang dihadapi pengungsi itu, sulitnya mendapatkan tabung elpiji tiga kilogram, karena tabung gas mereka sudah hanyut dan terimbun lumpur pasca bencana banjir November 2025.
“ Yang kami hadapi saat ini kelangkaan tabung gas elpiji. Untuk mendapatkan gas elpiji subsidi syaratnya harus memiliki tabung gas kosong,”kata Abdullah, pengungsi desa Menunasah Raya, Kabupaten Pidie Jaya, Selasa (17/2/2026).
Ia mengatakan pengungsi sudah mendapatkan bantuan kompor gas dan logistik beras untuk memasak sendiri. Namun, terkendala tabung gas.
Kepala Desa Meunasah Raya, kabupaten Pidie jaya, Abdul Halim Ishak, mengakui warga yang menempati tenda darurat terkendala tabung gas elpiji untuk memasak makanan. Hanya beberapa pengungsi yang memiliki tabung gas ukuran tiga kilogram.