Bupati Pidie Jaya menegaskan penyediaan Huntara untuk memastikan masyarakat terdampak segera keluar dari kondisi pengungsian yang tidak layak, seperti tenda, aula pertemuan dan tempat ibadah, menuju hunian sementara yang lebih aman dan manusiawi sambil menunggu pembangunan hunian tetap.
“Ini bukan sekadar membangun tempat tinggal sementara, tetapi memastikan masyarakat bisa kembali hidup layak, sehat, dan bermartabat setelah bencana,” tegas Bupati.
Selain Huntara, Bupati juga mengatakan terkait persiapan berbagai skema lanjutan lainnya termasuk relokasi mandiri bagi warga yang memiliki lahan sendiri, warga yang kehilangan rumah akibat bencana, akan dibantu pemerintah pusat hunian tetap.
Keberadaan Huntara memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, di antaranya meningkatkan keamanan dan kesehatan dibandingkan tinggal di tenda, sehingga hidup lebih layak, masyarakat kembali beraktivitas dan menata kehidupan sosial-ekonomi.
Seluruh proses pemulihan pascabencana akan terus dikawal secara transparan dan sesuai aturan, dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. “Bersama kita bangkit, bersama kita pulih, kata Bupati Sibral Malasyi. Aentenews by Ampelsa.