“Mari bang kit semangat, semngat, semangat. Kita memang dalam kondisi bencana, tapi kita haru sekolah dan bangkit Bergama,” kata Muhammad Diah.
Selain Kegiatan Belajar Mengajar di SMA 2, kondisi hari pertama sekolah juga Berlangsung di SMP 2 Meuredu.
Di SMP 2 Meredu yang berdampingan dengan SMA 2 itu, hanya dihadiri tiga siswa yang direncanakan memulai kegiatan belajar di tenda bantuan Kemendikdasmen.
Tiga murid SMP 2 yang sudah datang pada hari pertama ke sekolah untuk mengikuti ,kegiatan belajar mengajar berakhir batal, karena para guru mereke tidak hadir.
Hingga menjelang pukul 10.00 WIB, tiga murid SMP 2 yang sudah swap mengikuti kegiatan belajar mengajar akhir pulang kerumahnya. Tidak ada yang mengetahui penyabab guru tidak hadir di sekolah itu, termasuk murid muridnya.
Machsalmina , salah seorang murid SMP 2 yang hadi bersama dua temannya, mengaku tidak mengetahui ketidakhadiran gurunya pada hari pertama sekolah.
Tenda belajar sudah tersedia di SMP 2 itu, tiga murid yang datang kesekolah bertalan kaki dan melintasi jalan desa berlumpur, alhier pulang ke rumahnya masing masing.
Sementara, suasana lain juga berlangsung pada hari pertama KBM di MIN 2 Mereudu, sejumlah siswa yang adir tanpa pakaian seragam sekolah mendapat sambutan hangat dari guru mereka. Kegiatan hari pertama sekolah di MIN 2 dimeriahkan dengan pembagian buku dan alat tulis serta makanan ringan.//Ampelsa.