nasional

TNI Kirim 9,6 Ton material modifikasi cuaca percepatan penanganan karhutla di Kalsel

Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:27 WIB
TNI mengirimkan 2,6 ton Dry Ice dan 7 ton garam menggunakan pesawat Hercules untuk operasi modifikasi cuaca penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan. Foto dok Puspen TNI.

 

 

 

Jakarta (Aentenews) - TNI mengirimkan 2,6 ton Dry Ice dan 7 ton garam menggunakan pesawat Hercules untuk mendukung operasi modifikasi cuaca dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Selatan.

Pengiriman material tersebut dilakukan melalui Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (20/10/2026).

Pengiriman ini, merupakan perintah langsung dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto saat dalam rapat terbatas penanganan Karhutla sehari sebelumnya.

Dalam rapat tersebut, Presiden menekankan perlunya langkah penanganan yang lebih masif dan terukur, termasuk penguatan operasi udara serta pemanfaatan pesawat Hercules untuk mendukung modifikasi cuaca.

"Pengiriman material modifikasi Cuaca menggunakan Dry Ice dilakukan sebagai tindaklanjut arahan Presiden RI untuk percepatan penanggulangan Karhutla di wilayah terdampak" tegas Panglima TNI dikutip dari laman Pusat Penerangan TNI.

Marsda TNI Esron Sinaga selaku Wakil pengarah Tim Desk Terpadu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) melepas dukungan material yang menjadi bagian dari upaya TNI dalam membantu pemerintah mengoptimalkan penanganan Karhutla.

Melalui pengerahan sarana transportasi udara, TNI mendukung distribusi kebutuhan operasi agar pelaksanaan modifikasi cuaca di Kalimantan Selatan dapat berjalan sesuai rencana.

TNI terus memperkuat dukungan dalam penanggulangan Karhutla melalui kesiapan Alutsista, dukungan logistik, dan koordinasi dengan Kementerian serta Lembaga terkait. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penanganan Karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan.

 

 

Tags

Terkini

Indonesia Bidik Dirjen WHO dan Dewan Keamanan PBB

Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Tercatat 4.082 kasus ISPA pada anak  akibat karhutla

Selasa, 20 Oktober 2026 | 00:55 WIB