nasional

Karhutla, Kalimantan seperti setengah ‘neraka’  

Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:17 WIB



Berbagai video Karhutla di Kalimantan memperlihatkan dahsyatnya api melalap lahan dan hutan. Di media sosial pun banyak informasi dari masyarakat yang memperlihatkan kabut asap menyebabkan anak-anak kesulitan berangkat sekolah. Ada juga yang menginformasikan truk pembawa motor-motor mengalami kecelakaan hingga terguling karena jarak pandang yang sempit.





“Tentunya ini menjadi keprihatinan karena dampak Karhutla semakin mengganggu aktivitas sekolah anak-anak seperti di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak yang terpaksa diliburkan akibat kondisi udara yang buruk,” jelas Daniel.





Karhutla di Kalimantan pun menimbulkan dampak lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap pekat, rusaknya ekosistem serta habitat satwa, hingga polusi lintas batas negara tetangga.





 Bahkan ratusan sekolah di Malaysia ditutup sementara dampak kabut asap Karhutla di Kalimantan. Malaysia menyatakan siap membantu penanganan Karhutla di Indonesia agar dampaknya dapat segera tertangani. Selain itu, Singapura telah mewanti-wanti warganya terhadap potensi ancaman kabut asap akibat perluasan Karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan.





Terkait hal ini, Daniel mendorong Pemerintah segera mempercepat penanganan Karhutla. “Kami mendesak Pemerintah segera mengerahkan pasukan pemadaman secara masif dengan memperkuat operasi water bombing, serta menerjunkan tim darat gabungan dari Manggala Agni, BPBD, dan TNI/Polri yang difokuskan pada titik-titik api di lahan gambut yang berisiko menyebar ke kawasan sekitar bandara," ucapnya.





“Kami juga mendorong percepatan operasi modifikasi cuaca melalui koordinasi intensif antara BNPB, BMKG, dan BRIN. Opsi ini perlu segera dieksekusi selagi masih ada potensi awan sebelum kondisi kemarau mencapai puncaknya," lanjut Daniel.





Anggota DPR asal Kalimantan Barat ini pun menyoroti kurangnya persiapan Pemerintah mengantisipasi Karhutla yang merupakan bencana langganan di Indonesia. negara tetangga.





“Saya juga mempertanyakan bagaimana mitigasi yang dilakukan Pemerintah karena Karhutla ini kan bencana yang selalu terjadi setiap tahunnya. Kenapa menunggu sampai besar baru kemudian ditangani secara serius,” tukasnya.

Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB