nasional

Korban tewas akibat gempa bertambah, BNPB pastikan tanggap darurat efektif 

Jumat, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB


Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB Agus Riyanto memberikan simbolis bantuan darurat bencana kepada warga terdampak gempa di lokasi terdampak Desa Kamaroa, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (17/6). ( Foto Direktorat Penanganan Darurat Wilayah 1 BNPB)





Jakarta (Aentenews)- Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6) bertambah menjadi tiga orang berdasarkan hasil pendataan terbaru hingga Kamis (18/6) pukul 13.51 WIB. 





Selain  korban meninggal, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mencatat 17 orang mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan, sementara 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak akibat bencana gempa Sulawesi Tengah.





Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan hasil asesmen lapangan, Kabupaten Sigi menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Tiga korban meninggal dunia masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, dan satu korban lainnya yang telah terkonfirmasi dalam pendataan terbaru.





Selain korban jiwa, gempa mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 1.652 unit rumah, yang terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rumah rusak sedang, dan 69 rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum dan sosial, meliputi 42 rumah ibadah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPPERINDA, 13 bangunan sekolah, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih.





Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Kamis (18/6/2026), menyatakan kebutuhan mendesak saat ini meliputi tambahan tenda pengungsi dan tenda keluarga, air bersih, selimut, matras, penerangan darurat, layanan kesehatan, serta dukungan pembersihan puing bangunan.





Gempa bumi tektonik bermagnitudo 6,7 terjadi pada Selasa (16/6) pukul 11.27 WITA dengan pusat gempa berada di darat sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu, tepatnya di Kabupaten Parigi Moutong, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.


Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB