Rabu, 30 September 2026

Korban tewas akibat gempa bertambah, BNPB pastikan tanggap darurat efektif 

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Jumat, 19 Juni 2026 | 10:27 WIB



Hingga Kamis (18/6), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,2 dan terkecil 1,3. Sebanyak 25 gempa susulan dilaporkan masih dirasakan masyarakat.





Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak tanggal kejadian dan menunjuk Wakil Bupati Sigi sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tengah memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi.





-




Dalam mendukung penanganan darurat, BNPB terus melakukan pendampingan kepada BPBD Kabupaten Sigi serta menyalurkan bantuan logistik berupa tiga unit tenda pengungsi, 50 unit tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 unit kasur lipat.





Selain itu, personel TNI dan Polri turut membantu pembersihan puing bangunan, distribusi logistik, serta dukungan operasional di lapangan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan berbagai pihak juga terus melakukan pendataan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat sasaran.





Sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap percepatan penanganan darurat, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, segera bertolak ke lokasi terdampak gempa di Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6). Kehadiran Kepala BNPB di lokasi bertujuan untuk memastikan penanganan darurat serta koordinasi lintas instansi berjalan optimal dan efektif, melihat langsung kondisi masyarakat terdampak, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan dasar yang diperlukan oleh masyarakat di lapangan.





Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat BNPB dari Kedeputian Tanggap Darurat sudah lebih dahulu berada di lokasi dengan membawa logistik awal untuk mendukung masyarakat terdampak.





BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan BPBD. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang mengingat aktivitas gempa susulan masih terjadi.





Aentenews by Ampelsa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X