nasional

Rangkuman perkembangan bencana 4 Juni 2026, karhutla masih mendominasi di Tanah Air

Kamis, 4 Juni 2026 | 23:45 WIB






Jakarta (Aentenews) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah Indonesia pada periode Rabu (3/6/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (4/06) pukul 07.00 WIB. 





Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, di Jakarta, Kamis (4/6/2026) menyebutkan berdasarkan data yang dihimpun pada periode tersebut, kebakaran hutan dan lahan masih mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah, di samping bencana hidrometeorologi yang masih terjadi akibat cuaca ekstrem.





Kejadian baru pertama terjadi di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, pada Rabu (3/06). Angin kencang yang melanda wilayah tersebut berdampak pada 58 kepala keluarga serta mengakibatkan kerusakan pada 58 unit rumah hunian sementara (huntara) yang masih dalam proses pendataan. Pemerintah Kabupaten Aceh Utara masih berada dalam masa transisi darurat ke pemulihan yang berlaku sejak Kamis (30/4) hingga Selasa (28/7).





Wilayah terdampak meliputi Gampong Rumoh Rayeuk, Buket Linteung, Geudumbak, dan Langkahan di Kecamatan Langkahan. Berdasarkan laporan Pusdalops BNPB, kerusakan di Gampong Rumoh Rayeuk meliputi 11 unit huntara rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 5 unit rusak ringan. Di Gampong Geudumbak tercatat 4 unit huntara rusak berat, 4 unit rusak sedang, dan 2 unit rusak ringan. Sementara itu, di Gampong Langkahan terdapat 5 unit huntara rusak ringan yang masih dalam proses pendataan, sedangkan di Gampong Buket Linteung terdapat 7 unit huntara rusak berat serta 1 unit fasilitas umum terdampak.





-
Satu dari 58 unit hunian sementara (Huntara) yang ditempati korban bencana banjir rusak berat akibat diterjang angin kencang di kabupaten Aceh Utara, Selasa (2/6/2026). Foto Dok BPBD Aceh Utara.




Tim gabungan BNPB bersama BPBD setempat telah melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lokasi kejadian. Kondisi terkini dilaporkan telah kondusif, dan masyarakat telah mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman. Sementara itu, proses pendataan dan penanganan kerusakan masih terus dilakukan.





Kejadian berikutnya terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, pada Rabu (1/6). Banjir yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi berdampak pada 150 kepala keluarga dan menyebabkan 10 jiwa mengungsi. Selain itu, sebanyak 150 unit rumah terdampak, dan proses pendataan masih terus dilakukan.


Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB