Di Provinsi Nusa Tenggara Barat, kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lombok Timur telah berdampak pada lahan seluas 98,28 hektare. Berdasarkan laporan BPBD setempat, api telah berhasil dipadamkan dan kondisi di lapangan saat ini dinyatakan kondusif.
Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, sejumlah wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami cuaca panas disertai angin kencang, sementara sebagian wilayah lainnya masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan maupun bencana hidrometeorologi.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan, selalu memantau informasi resmi dari pemerintah dan BPBD setempat, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi ancaman bencana di lingkungan sekitarnya.
Pemerintah daerah juga diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan, serta langkah-langkah mitigasi, khususnya di wilayah yang memasuki musim kemarau dan rawan kebakaran hutan dan lahan. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pencegahan serta penanganan bencana.
Kesiapsiagaan, deteksi dini, dan respons cepat seluruh unsur merupakan kunci utama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana, sehingga keselamatan masyarakat dapat terjaga dan proses pemulihan dapat berlangsung optimal.
Aentenews by Ampelsa