Melihat progres pembangunan dua sekolah tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa Kemendikdasmen terus berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak pada tahun ajaran mendatang sebagai bagian dari tahapan pemulihan pembelajaran di daerah terdampak bencana.
Selain melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan yang saat ini terus dikebut, Kemendikdasmen juga terus berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang aman dan layak melalui ruang kelas darurat sebagai sarana belajar murid sementara sambil menunggu bangunan ruang kelas maupun sekolah yang baru. Hal tersebut diharapkan menjadi harapan baru untuk warga sekolah terdampak bencana.
“Revitalisasi untuk sekolah terdampak bencana ini merupakan bagian dari tahap pemulihan pembelajaran yang harapannya sudah bisa digunakan pada tahun ajaran baru.
Aentenews by Ampelsa.