“Secara keseluruhan, masih terdapat 66 sekolah yang harus direlokasi dan belum melakukan PKS karena masih dalam tahap koordinasi penyediaan lahan dengan pemerintah daerah,” ujar Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, di Jakarta, Jumat (29/5/2026).
Menurut Gogot Suharwoto, dari 66 sekolah tersebut, 23 sekolah belum tersedia lahannya, 16 sekolah masih dalam proses pengurusan lahan, dan 27 sekolah lainnya telah tersedia lahannya namun masih menunggu dokumen legalitas lahan dikirimkan oleh pemerintah daerah kepada Kemendikdasmen,” ujar Dirjen PAUD Dikdas PNFI, Gogot Suharwoto, di Jakarta, Jumat (29/5).
Progres Revitalisasi di Aceh Tamiang dan Pidie Jaya
Di Kabupaten Aceh Tamiang, revitalisasi di SLBN Pembina Aceh Tamiang terus dikebut. Revitalisasi di sekolah ini ditargetkan selesai di bulan Juni mendatang, sehingga para murid sudah bisa menggunakan ruang kelas hasil revitalisasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.
“Untuk saat ini proges revitalisasi sudah sampai 24,4%. Kami menargetkan di bulan Juni sudah bisa menyelesaikan pembangunan. Sejauh ini proses pengerjaan tinggal pekerjaan pasang keramik, plafon, mengecat, serta pasang kusen. Pekerjaan yang paling berat kemarin adalah membuang lumpur dan menimbun balik lumpurnya,” kata Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Supranata.
Selanjutnya, di Kabupaten Pidie Jaya, Kepala SMK Ummul Ayman, Faisal, mengatakan bahwa progres pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sekolahnya sudah mencapai hampir 50 persen. Untuk proses belajar mengajar dijelaskannya bahwa seluruh murid di SMK Ummul Ayman memanfaatkan bangunan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah yang berada di satu komplek dengan sekolah.
“Kebetulan bangunanya tinggi, jadi tidak terlalu terdampak banjir dan banyak ruangan kelas. Jadi, kami manfaatkan bangunan ini berserta ruang kelas darurat yang telah dibangun oleh Kemendikdasmen,” terang Faisal.
Untuk progres pembangunan lainnya, Faisal menyebut progress seperti ruang praktik murid sudah mencapai 38 persen. “Secara keseluruhan, progres pembangunan revitalisasi di SMK Ummul Ayman 29 persen. Beberapa pembangunan lain masih berprogres seperti toilet, ruang administrasi. Kami terus usahakan percepatan agar bisa kita pakai untuk tahun ajaran baru, khususnya untuk ruang kelas baru,” terang Faisal.