nasional

Program efisiensi, strategi baru penanganan stunting bersama MBG 

Selasa, 14 April 2026 | 19:49 WIB



Presiden Prabowo Subianti percaya kepada Kemenduk Bangga, karena kita mempunyai tenaga tim pendamping keluarga yang di setiap desa ada 3 orang. Kalau untuk Aceh 22.500 pendaping keluarga , di desa itu adanya ibu bidan desa, kader KB, dan kader PKK. 





Kalau di 2005, angka prevalensi stunting  di Aceh pada 28,06 persen atau penurunnya  sekitar 1,5 persen.





Ia menjelaskan, penanganan stunting tahun ini tidak hanya BKKBN, tetapi sudah menjadi peran bersama melibat pemerintah daerah, gubernur, bupati dan kebupatan kota. Bersama bagaimana menekan angka stunting  tertangani dari bermacam-macam strategi, bermacam-macam cara. 





BKKBN sudah menjadi  kementerian kependukan  dan pembangun keluarga. BKKBN tidak mempunyai visi misi, karena BKKBN itu mengikuti visinya Presiden.





“Program prioritas Presiden itu adalah MBG, makanya BKKBN  bekerjasama dengan Badan Gizi Nasional dan kita membantu MBG dengan strategi untuk program prioritas tersebut,” tambahnya.





Salah satunya, kata Safrina Salim  melalui program prioritas untuk merebut bonus demografi tidak lepas adanya peta jalan masuk ke dalam RPJMN, RPJMD dan di bawahnya tingkat kebupatan kota.





Dalam Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana serta Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Aceh, Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional, BKKBN menyerahkan penghargaan kepada 23 kabupaten/Kota yang berpartisipasi menyukseskan program BKKBN.





Adapun penerima penghargaan terbanyak atau delapan penghargaan diraih kabupaten Aceh Tenggara yang diterima langsung Bupati Muhammad Salim Fakhry.//Aentenews by Ampelsa.

Halaman:

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB