nasional

Peneliti ingatkan fenomena sinkhole di Indonesia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:10 WIB


Foto iluatrasi





Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window/Aentenews) — Fenomena sinkhole atau lubang runtuhan tanah kerap terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di kawasan dengan lapisan batugamping.






Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, mengungkapkan pada Rabu (14/1) memaparkan fenomena geologi tersebut sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat.






Adrin menjelaskan, sinkhole merupakan fenomena alam akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah. Proses ini berlangsung dalam waktu lama dan dipicu oleh air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida (CO₂) dari udara maupun permukaan tanah.






“Air hujan meresap ke dalam tanah dan melarutkan batuan yang mudah larut, terutama batugamping. Proses ini membentuk rekahan dan rongga di bawah permukaan,” jelasnya.






Seiring berjalannya waktu, aliran air permukaan dan air tanah melewati rekahan tersebut sehingga menyebabkan rongga semakin membesar. Kondisi ini melemahkan lapisan penyangga di atasnya. Ketika hujan lebat terjadi, lapisan penutup rongga menjadi semakin tipis hingga akhirnya tidak mampu menahan beban di atasnya.






“Pada saat itulah lapisan atap runtuh secara tiba-tiba dan terbentuk lubang di permukaan tanah yang dikenal sebagai sinkhole,” ujarnya.


Halaman:

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB