“Guru adalah raja dan ratu dalam proses pendidikan. Jangan jadikan guru sebagai objek yang diperlakukan semaunya,” tegasnya.
Ia mendorong siswa SMAN 11 Banda Aceh membuat kegiatan khusus untuk melayani guru, termasuk menuliskan satu kalimat ucapan terima kasih sebagai bentuk penghargaan sederhana.
Murthalamuddin menegaskan bahwa kekayaan masa depan tidak lagi ditentukan oleh modal besar, melainkan kreativitas dan inovasi.
“Orang terkaya hari ini bukan pemilik pabrik, tetapi pemilik ide. Lihat Apple, Facebook, TikTok, mereka menjual inovasi, bukan barang,” katanya.
Karena itu, ia meminta agar kreativitas siswa tidak berhenti hanya pada kegiatan INCRAV of Arts.
“Jangan berhenti di panggung ini. Terus asah diri. Aceh dan Indonesia membutuhkan kalian,” ujarnya memberi semangat.
Menutup sambutannya, Murthalamuddin mengingatkan bahwa masa depan Aceh berada di tangan generasi muda.
“Kalian tinggal di tanah emas. Jangan biarkan orang lain yang mengolahnya karena kalian tak punya ilmu,” katanya.