“Porsi awal tetap harus ditakar sesuai standar. Setelah semua siswa mendapatkan bagiannya, disiapkan pula makanan tambahan untuk siswa yang masih membutuhkan. Dengan begitu, kebutuhan makan siswa dapat dilayani dengan lebih baik,” jelas Sudaryono.
Penerapan sistem prasmanan juga membutuhkan dukungan dari sekolah.
Kepala sekolah dan guru perlu memahami mekanisme penyajian sekaligus mendukung pelaksanaan sistem tersebut.
Salah satu sekolah yang telah melakukan uji coba adalah SMK Yatindo, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi.
SPPG Mustika Jaya 4 menguji coba MBG dengan sistem prasmanan selama dua minggu sejak Kamis (15/10/2026).
Dalam uji coba tersebut, siswa dapat memperoleh makanan yang disajikan secara prasmanan dan menilai makanan terasa lebih segar serta hangat.
BGN selanjutnya akan melakukan penerapan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan dapur, sekolah, peralatan, serta hasil evaluasi selama uji coba.
Artikel Terkait
Kepala BGN : susu sudah mulai dibagikan dalam program MBG mulai 1 November 2026