Selain itu, oprit Jembatan Mbarung Datuk–Lawe Sikap amblas sehingga untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Kerusakan infrastruktur lainnya terjadi pada ruas jalan Pulonas Baru menuju Lawe Rutung yang mengalami abrasi akibat gerusan arus Sungai Lawe Bulan sepanjang kurang lebih 50 meter. Sebagian badan jalan pada Jembatan Rangka Baja Biakmuli yang merupakan jembatan nasional juga turut amblas dan memerlukan penanganan lebih lanjut.
Akibat kejadian tersebut, tercatat sebanyak 52 kepala keluarga atau 203 jiwa terdampak banjir. Hingga laporan terakhir diterima, tidak terdapat pengungsi maupun korban jiwa.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Aceh Tenggara telah melakukan sejumlah upaya penanganan. Petugas melaksanakan kajian cepat serta mengerahkan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi terdampak untuk melakukan pendataan dan evaluasi kondisi lapangan.
BPBD Kabupaten Aceh Tenggara juga menurunkan satu unit alat berat excavator untuk mendukung penanganan kerusakan tanggul dan normalisasi Sungai Lawe Kisam di Desa Pancar Iman, Kecamatan Bambel. Selain itu, petugas TRC BPBD melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang yang menutup jalan nasional Kutacane–Blangkejeren di kawasan Tanjakan Gurah Ketambe.
Hingga laporan ini disampaikan, kondisi air di sejumlah wilayah terdampak sudah mulai surut. Meski demikian, pemantauan dan penanganan masih terus dilakukan, khususnya terhadap kerusakan tanggul, jalan, jembatan, lahan pertanian, serta akses transportasi yang terdampak banjir dan longsor.
Foto dok BPBD Aceh Tenggara.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Ir. Bahron Bakti menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Aceh Tenggara melalui koordinasi dengan BPBD setempat.