Pada Fesival Layang Tunang itu, Panitia membatas hanya 27 orang atau masing-masing kecamatan diwakili satu orang
Menurutnya, pembatasan jumlah peserta, agar setiap kecamatan memiliki kesempatan untuk mengirimkan perwakilannya dalam festival permainan tradisional tersebut. Dengan demikian, festival tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kembali layang tunang kepada masyarakat di berbagai kecamatan.
Dalam perlombaan tersebut, peserta tidak dapat menggunakan layangan dengan ukuran sembarangan. Panitia telah menentukan ukuran layangan yang akan dipertandingkan, yakni berkisar antara 50 hingga 60 sentimeter dan panjang benang yang digunakan peserta mencapai 400 meter. Ketentuan tersebut menjadi bagian dari persyaratan perlombaan yang harus dipenuhi oleh para peserta.
Melalui Festival Layang Tunang Peuleupi Hate, Disporaparekraf Aceh Utara ingin mendorong agar permainan tradisional tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali layang tunang kepada masyarakat dan menjadikannya sebagai salah satu permainan tradisional yang terus mendapat ruang di Aceh Utara.
Aentenews by Ampelsa