BNPB menyampaikan permohonan maaf atas perihal ini pada laporan awal dan akan terus memastikan setiap informasi yang disampaikan telah melalui proses verifikasi. Saat ini, pendataan dan verifikasi terhadap korban maupun dampak lainnya masih terus dilakukan oleh BPBD bersama unsur terkait di lapangan.
Selain itu, sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami. Sementara di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak.
Dampak kerusakan sementara yang telah teridentifikasi meliputi dua unit rumah rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan, satu gudang Bulog terdampak, tiga fasilitas umum rusak ringan, serta enam kantor pemerintahan terdampak. Data tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi oleh BPBD bersama unsur terkait.
Wilayah yang dilaporkan merasakan guncangan antara lain Kabupaten Nagekeo, Sikka dan Manggarai Barat di NTT; Kota Bima dan Kabupaten Bima di Nusa Tenggara Barat; serta Kabupaten Jeneponto, Kepulauan Selayar dan Maros di Sulawesi Selatan. Di sejumlah wilayah pesisir, masyarakat sempat melakukan evakuasi sebagai respons terhadap peringatan dini tsunami.
Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) beserta tim gabungan melakukan penanganan dampak bencana gempa bumi berkekuatan 7,0 Magnitudo yang mengguncang di kawasan Pelabuhan L. Say Maumere Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/08/2026). Foto Dok Dispenal
Berdasarkan hasil observasi tinggi muka laut di wilayah terdampak, BMKG menyatakan tidak terdapat lagi kenaikan muka air laut signifikan yang membahayakan. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.31.30 WIB.
Meski demikian, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan serta tidak memaski bangunan yang mengalami kerusakan atau retak akibat gempa. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi.
Hingga saat ini, kondisi masyarakat di Kota Bima secara umum kondusif, sementara pendataan dan verifikasi lapangan masih dilakukan. Di Kabupaten Nagekeo, petugas masih melakukan penanganan situasi, dengan kondisi jalan dilaporkan mengalami kemacetan dan aliran listrik masih padam.