Secara berkala, kader kesehatan di setiap desa juga dikerahkan untuk mendampingi pasien sebagai Pengawas Menelan Obat (PMO), melakukan pemantauan gizi dan perkembangan kesehatan pasien secara langsung.
“Berikan edukasi kepada keluarga pasien mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pentingnya ventilasi rumah yang baik. Pemerintah Daerah juga mengimbau masyarakat yang mengalami gejala batuk lebih dari dua minggu, demam, serta penurunan berat badan secara drastis untuk segera memeriksakan diri di Puskesmas terdekat,” demikian kata Rina Karmila.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada tahun 2024 tercatat sebanyak 12.485 kasus TBC di provinsi Aceh, 418 kasus di antaranya terdapat di kabapten Aceh Besar.
Aentenews bu Ampelsa