Foto Dok Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup
Jakarta (Aentenews) - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, mengingatkan para pengusaha agar tidak serakah dan tidak mengorbankan kelestarian lingkungan demi keuntungan semata.
Hal tersebut ditegaskan Moh Jumhur Hidayat, saat menjadi narasumber utama dalam acara “Investor Daily Round Table: Green is The New Growth: Orkestrasi Pengelolaan Lingkungan dan Pembiayaan Hijau untuk Pembangunan” di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Sebagai contoh, Menteri Jumhur menjelaskan, apabila seorang pengusaha dari industri ekstraktif memperoleh keuntungan sebesar satu triliun rupiah dari kegiatan usahanya di satu wilayah konsesi, kemudian harus mengeluarkan seratus hingga dua ratus miliar rupiah untuk memperbaiki kerusakan lingkungan di kawasan tersebut, maka biaya itu tidak boleh disebut sebagai kerugian.
"Jangan bilang rugi, tapi bilang saya tetap untung delapan ratus miliar, sedangkan dua ratus miliar itu untuk menyelamatkan lingkungan. Kalau mereka menganggap dua ratus miliar itu rugi, maka itu namanya serakah. Tugas saya salah satunya memastikan tidak boleh orang itu serakah. Kalau serakah maka silakan berhadapan dengan aturan. Jadi perlakuannya sama," kata Menteri Jumhur.
Menteri Jumhur juga mengutip pernyataan Mahatma Gandhi yang pernah berkata, "Bumi ini mencukupi semua kebutuhan manusia, tetapi tidak mampu mencukupi kerakusan manusia." Menurut Menteri Jumhur, pesan tersebut relevan dengan tantangan pembangunan saat ini yang harus menempatkan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab dunia usaha.
Lebih lanjut, Menteri Jumhur mengatakan bahwa persetujuan-persetujuan yang diberikan kepada industri ekstraktif secara faktual memang menciptakan pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja. Namun, setiap kegiatan industri juga harus disertai langkah-langkah untuk memulihkan dan menjaga lingkungan.