Rabu, 30 September 2026

BNPB berbagi pengetahuan di hadapan mahasiswa Singapura 

Photo Author
Ampelsa, AenteNews.com
- Rabu, 20 Mei 2026 | 18:45 WIB
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati  menyampaikan materi kebencanaan dihadapan mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat berkunjung di Graha BNPB, Jakarta pada Selasa (19/5). Foto dok Bidang Komunikasi Kebencanaan/Dume Harjuti Sinaga.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati menyampaikan materi kebencanaan dihadapan mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat berkunjung di Graha BNPB, Jakarta pada Selasa (19/5). Foto dok Bidang Komunikasi Kebencanaan/Dume Harjuti Sinaga.


Jakarta (Aentenews)- Deputi Bidang Sistem dan Strategi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)  Raditya Jati memberikan materi pelajaran tentang penangulangan bencana di Indonesia kepada  sejumlah mahasiswa National University of Singapore (NUS) saat kunjungan di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (19/5/2026). 





Deputi Raditya Jati dalam paparannya menyampaikan, BNPB memiliki peran strategis dalam perumusan kebijakan, pengkajian risiko bencana dan penguatan ketangguhan nasional menuju Indonesia Emas 2045.





Dikatakannya, risiko bencana di Indonesia semakin kompleks akibat perubahan iklim, urbanisasi, serta meningkatnya ancaman geologi dan hidrometeorologi. 





“Bencana terjadi ketika ancaman alam bertemu dengan kerentanan masyarakat dan lingkungan. Oleh karena itu, pengurangan risiko bencana harus menjadi bagian integral dari pembangunan nasional maupun daerah,” ucap Raditya.





Menyikapi kondisi tersebut, katanya, BNPB terus mendorong perubahan paradigma penanggulangan bencana dari pendekatan responsif menuju preventif melalui penguatan mitigasi, kesiapsiagaan, dan investasi pengurangan risiko bencana (PRB).





Pemerintah juga telah mengembangkan berbagai instrumen strategis, di antaranya Rencana Induk Penanggulangan Bencana (RIPB) 2020–2044, penguatan pengkajian risiko bencana, pengembangan platform InaRISK dan IRBI, serta penguatan monitoring dan evaluasi kebijakan berbasis data.





Selain itu, BNPB menekankan bahwa PRB perlu dipandang sebagai investasi pembangunan jangka panjang yang berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah Indonesia juga memperkuat dukungan pendanaan melalui pengembangan pooling fund bencana dan investasi PRB.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X