Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, BNPB telah mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam pemantauan dan penanganan karhutla, seperti sistem deteksi titik panas (hotspot) berbasis satelit, pemantauan cuaca dari BMKG, serta pemanfaatan drone untuk patroli udara.
Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Sebagai bentuk dukungan kepada Provinsi Sumatera Selatan, BNPB telah mengerahkan 2 armada helikopter patroli dan 4 helikopter water bombing, serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC).
"BNPB mendukung seluruh operasi penanganan karhutla di 5 provinsi prioritas, mulai dari perlengkapan satgas darat, operasi modifikasi cuaca, hingga pengerahan armada heli untuk patroli dan water bombing,” jelas Suharyanto.
Apel kesiapsiagaan penanganan karhutla nasional tahun 2026 juga berlangsung di Aceh dengan melibatkan pemerintah, TNI, Polri dan semua unsur terkait.
Berbagai strategi penanganan karhutla yang dilakukan dilakukan pemerintah secara terpadu terus dimaksimalkan, antara lain melalui peningkatan kemampuan personel satgas darat pendampingan pemda, perpaduan yang seimbang antara operasi darat, operasi udara dan operasi modifikasi cuaca.
Kemudian penegakan hukum yang tegas bagi pelaku pembakaran, hingga pemantauan prediksi iklim. Apel kesiapsiagaan ini juga dirangkaikan dengan simulasi penanganan karhutla guna meningkatkan kemampuan dan kesiapan personel di lapangan dalam menghadapi berbagai skenario kebakaran.
Aentenews by Ampelsa.