Foto Aentenews by Ampelsa
Banda Aceh (Aentenews) – Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) korban bencana yang rumahnya hanyut diterjang banjir bandang pada 26 Novemver 2025 akan menempati rumah Moduler di daerah pedalaman pegunungan desa Lhok Sandeng, kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Pemantauan di lokasi bencana pada Jumat (16/1), sebanyak 20 unit rumah moduler dalam proses pembangunan dan sebagian dibangun di lokasi perbukitan berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi rumah warga yang hanyut terdampak bencana banjir bandang.
Pengungsi korban benanca banjir, Muntasir yang mengaku rumah hanyut terseret banjir bandang di desa itu, menyatakan rumah moduler yang dalam tahap pembanbungan akan ditempat warga pengungsi.
Ia menyatakan, sebanyak 20 KK warga pengungsi korban bencana banjir saat ini ditampung di tempat pengungsian sementara sambil menunggu selesainya dibangun rumah modeler.
“Informasi yang kami terima, rumah moduler itu sebagai hunian tetap (huntap) untuk warga pengungsi, kata Muntasir yang didampingi istri dan seorang anaknya di dalam tenda darurat.
Beberapa pengungsi lainnya korban bencana banjir yang menempati tenda darurat bantuan BNPB, berharap sudah menempati rumah bantuan sebelum memasuki bulan Ramadhan.