Rabu, 30 September 2026

Israel menjadi musuh bersama gerakan kemanusiaan global

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Senin, 6 Oktober 2025 | 07:55 WIB
etua MUI, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, berpidato pada aksi “Genosida Belum Berhenti Jangan Ada Nakba Lagi” di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Ahad (18/5/2025) Foto: Dok ARI-BP
etua MUI, Prof Sudarnoto Abdul Hakim, berpidato pada aksi “Genosida Belum Berhenti Jangan Ada Nakba Lagi” di Kawasan Patung Kuda, Jakarta, Ahad (18/5/2025) Foto: Dok ARI-BP


Jakarta (Republika,co,id/Aentenews) -  Dua tahun telah berlalu sejak 7 Oktober 2023, tanggal yang akan selalu dikenang sebagai titik balik sejarah Palestina dan dunia. Apa yang disebut sebagai Badai Aqsa bukan sekadar peristiwa militer atau bentrokan bersenjata, tetapi momentum yang mengubah arah sejarah, mengguncang tatanan politik global, dan membuka mata dunia terhadap wajah asli kolonialisme modern bernama Israel. 





Hal tersebut disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Prof Sudarnoto Abdul Hakim. Menurut Sudarnoto,  sejak 7 Oktober 2023, Israel kehilangan pijakan moral dan legitimasi politiknya.





 "Dunia yang selama ini disuguhi propaganda tentang hak mempertahankan diri mulai sadar bahwa apa yang terjadi di Gaza bukanlah perang dua pihak yang setara, melainkan pembantaian terhadap rakyat tertindas yang selama lebih dari tujuh dekade hidup di bawah pendudukan brutal," kata Sudarnoto kepada Republika, Senin (6/10/2025)





Ia menyampaikan, genosida yang dilakukan Israel di Gaza, yaitu penghancuran rumah sakit, pembunuhan anak-anak, dan blokade terhadap bantuan kemanusiaan menjadi saksi nyata dari runtuhnya moral kemanusiaan rezim Israel dan sekutunya. Dua tahun kemudian, Israel semakin tersisih dan terpojok di mata dunia.





Rezim Israel telah kehilangan simpati internasional dan berubah menjadi common enemy, musuh bersama bagi mayoritas negara anggota PBB dan masyarakat sipil global. Dari jalan-jalan di Jakarta, London, New York hingga Johannesburg, jutaan orang turun ke jalan membawa satu pesan yaitu akhiri penjajahan, "Bebaskan Palestina!"





Sudarnoto mengungkapkan, di tengah penderitaan yang tak terbayangkan, rakyat Gaza memperlihatkan kekuatan yang luar biasa. Mereka tidak menyerah pada kehancuran, tidak tunduk pada ketakutan, dan tidak kehilangan martabat meski dunia sering membiarkan mereka sendirian. 





"Keteguhan itu, justru di saat paling gelap, menjadi cahaya bagi kemanusiaan. Gaza mengajarkan dunia arti sejati dari keberanian, keteguhan, dan iman pada keadilan," ujar Sudarnoto.


Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X