Rabu, 30 September 2026

Mualem diantara "luka lingkungan" dan tuntutan kesejahteraan rakyat Aceh

Photo Author
Azhari, AenteNews.com
- Minggu, 28 September 2025 | 11:55 WIB
Salah satu tambang emas ilegal di Sungai Mas, Aceh Barat. Foto Dokumen YARA
Salah satu tambang emas ilegal di Sungai Mas, Aceh Barat. Foto Dokumen YARA



Tapi, lagi-lagi, kita berharap pernyataan gubernur itu tidak hanya sekedar ucapan untuk menghibur jiwa-jiwa yang selama ini konsisten berjuang untuk menyelamatkan ekosistem bumi "Iskandar Muda" ini.





Jika sungguh. Gubernur Aceh Muzakir Manaf tentunya tidak sendirian, tapi bersama-sama aparat penegak hukum, TNI dan legislatif serta seluruh elemen bangsa yang pro penyelamatan ekosistem.





Praktisi lingkungan Aceh DR TM Zulfikar menyatakan untuk menyelamatkan lingkungan dari aktivitas ilegal penambangan itu dibutuhkan aksi nyata dari Pemerintah Aceh dan aparat penegakan hukum.





Namun, ia menilai ini bukan saatnya lagi sebatas pernyataan atau imbauan tanpa aksi nyata. Selama alat berat itu masih dibiarkan beroperasi, berarti pemerintah gagal menjalankan fungsi utama sebagai pelindung lingkungan dan penegak hukum.





Tambang ilegal dengan alat berat bukan hanya menghancurkan lingkungan dan hutan Aceh yang menjadi paru-paru dunia, tapi juga merusak ekosistem, mengancam kehidupan masyarakat sekitar, serta mengikis sumber daya alam yang seharusnya dikelola dengan bijak demi keberlanjutan.





Bang TM, sapaan akrab TM Zulfikar menyatakan jika tidak segera mengambil tindakan tegas, mulai dari penyitaan alat berat hingga penindakan hukum yang keras, maka sama saja pemerintah membiarkan perusakan alam ini berlangsung tanpa konsekuensi.





“Memberantas tambang ilegal itu bukan soal politik atau retorika, tapi soal masa depan Aceh dan generasi mendatang. Bila dibiarkan, kerusakan hutan akibat tambang ilegal akan memicu bencana lingkungan yang jauh lebih besar, mulai dari banjir hingga longsor yang bisa merenggut nyawa dan mengancam mata pencaharian rakyat,” katanya menegaskan.





Untuk itu, TM Zulfikar yang pernah menjabat Direktur Walhi Aceh itu menuntut agar gubernur dan seluruh aparat terkait tidak hanya bicara, tapi juga bergerak cepat dan keras.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Azhari

Tags

Terkini

Da'i kini harus gaul di medsos, dakwah  ke lapangan 

Jumat, 25 September 2026 | 08:39 WIB

41 persen anak sekolah alami gigi berlubang

Sabtu, 19 September 2026 | 11:09 WIB

Terpopuler

X