Senin, 12 Oktober 2026

Kasus perundungan di sekolah kian kompleks, anggaran KemenPPPA 2026 justru turun

Photo Author
Ampelsa Ps, AenteNews.com
- Minggu, 11 Oktober 2026 | 14:41 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari saat kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah, Jum'at (9/10/2026). Foto : Dep/jk
Anggota Komisi VIII DPR RI Ansari saat kunjungan kerja reses Komisi VIII DPR RI ke Provinsi Jawa Tengah, Jum'at (9/10/2026). Foto : Dep/jk

Terkait dukungan anggaran bagi unit pelaksana teknis (UPT) di daerah, Ansari menjelaskan bahwa KemenPPPA telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2026 kepada sejumlah UPT, termasuk di Jawa Tengah. Namun, berdasarkan hasil pemantauan dan paparan kementerian, masih terdapat beberapa UPT yang tidak memperoleh alokasi anggaran.

 

Ia menilai kondisi tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama untuk memastikan penyebab tidak diterimanya alokasi anggaran oleh sejumlah UPT. Berdasarkan penjelasan kementerian, terdapat UPT yang tidak memperoleh anggaran karena tidak memenuhi persyaratan atau mengalami pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

 

Di sisi lain, Ansari mengapresiasi berbagai program yang dikembangkan UPT di Jawa Tengah, termasuk program kreatif seperti Kampung Dolanan yang bertujuan melestarikan permainan tradisional. Menurutnya, program tersebut menjadi contoh upaya positif dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

 

Dalam kesempatan yang sama, Ansari juga mendorong dilakukannya levaluasi menyeluruh terhadap kasus perundungan di lingkungan sekolah yang berdampak serius terhadap keselamatan anak. Ia menyatakan, kasus perundungan yang terjadi di salah satu sekolah dasar di Jawa Tengah baru- baru ini yang mengakibatkan seorang siswa meninggal dunia, harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

 

Ditegaskannya, kasus tersebut tidak hanya menimbulkan dampak mendalam bagi keluarga korban dan lingkungan sekolah, tetapi juga memunculkan kekhawatiran para orang tua terhadap keamanan anak di lingkungan pendidikan.

 

Karena itu, ia mendorong gubernur dan pemerintah daerah untuk melakukan pengawasan serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlindungan anak di sekolah. Peningkatan kapasitas guru dalam mengenali dan menangani perundungan juga dinilai penting agar tindakan serupa dapat dicegah sejak dini.

 

Selain itu, Ansari menekankan perlunya sosialisasi antiperundungan secara berkelanjutan serta penguatan kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dinas pendidikan, KemenPPPA, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa Ps

Tags

Terkini

Bertemu Kafilah MTQN Semarang, Wagub Aceh sampaikan ini

Sabtu, 19 September 2026 | 21:24 WIB

Latihan Mobud dan Fastrope menjelang ke Hawaii

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:33 WIB
X