Banda Aceh (Aentenews) - Ratusan siswa dari sejumlah sekolah menampilkan kebolehannya saat mengikuti perlombaan Rapai Geleng di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).
Perlombaan seni dan budaya Rapai Geleng tingkat pelajar itu merupakan salah satu rangkaian agenda Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada kegiatan Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh bersama pelaku usaha jasa keuangan syariah dan asosiasi industri.
Penampilan Rapai Geleng pada kegiatan SYAFIF Goes to Aceh, membangun semangat cinta budaya dan sekaligus edukasi kepada pelajar agar nilai nilai budaya lokal di daerah itu tetap lestari di tengah kemajuan zaman.
Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh Taufik saat membuka kegiatan Opening Ceremony Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh menyambut baik kegiatan tersebut karena juga menggelar perlombaan Rapai Geleng untuk tingkat pelajar.
Tari Rapai Geleng adalah seni pertunjukan yang berkembang dalam masyarakat Aceh. Tari ini tidak ketahui siapa penciptanya. Namun, Tarian ini sebagai manifestasi dari media dakwah yang direpreentasikan dalam wujud seni pertunjukan.
Berasal dari dalail khairat yang kemudian bertransformasi menjadi Rateb Geleng yang terakhir menjadi dalam wujud tari Rapai Geleng.
Tarian ini menggunakan lirik dalam bahasa Aceh dan dilantunkan oleh seorang Cahi atau Syahi (vokalis) yang diikuti oleh penarinya. Walaupun gerakannya hampir seperti tarian Saman namun alat dan bahasa yang digunakan sangat berbeda.
Terkait alat musik Rapai hampir sama dengan jenis alat musik tabuh lainnya ang populer di masyarakat yang lebih dikenal dengan nama “rebana” yang biasanya dalam bentuk yang lebih kecil dari rapai.
Permainan Rapai yang telah dikembangkan dan diiringi dengan berbagai lagu-lagu dan variasi lenggak-lenggok yang indah membentuk sebuah tarian yang dinamai Rapai Geleng.