Minggu, 11 Oktober 2026

Lomba Rapai Geleng tingkat siswa, kenali agar tak lupa dengan budaya

Photo Author
Ampelsa Ps, AenteNews.com
- Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:44 WIB
Peserta dari siswa mengikuti perlombaan Rapai Geleng  pada kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).  Aentenews Foto/Ampelsa
Peserta dari siswa mengikuti perlombaan Rapai Geleng pada kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026). Aentenews Foto/Ampelsa

Peserta dari siswa mengikuti perlombaan Rapai Geleng pada kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026). Aentenews Foto/Ampelsa

Rapai Geleng sebagai seni pertunjukan dalam wujud tarian sebagai rasa syukur atas keberhasilan dan kemakmuran. Fungsi dari tarian ini adalah syiar agama, menanamkan nilai moral untuk warga serta menjelaskan tentang hidup dalam warga sosial. Konon tarian itu dibawakan untuk mengisi kekosongan saat santri tengah jenuh. Tarian ini dibuat sebagai sarana dakwah yang mempunyai kekuatan untuk menarik minat penonton.

Terdapat tiga babak dari Tarian Rapai Geleng  yaitu Saleum (Salam), Kisah (kisah rasul, raja, dan ajaran agama), dan Lani (penutup). Setiap gerakan tarian ini didampingi tabuhan Rapai yang berirama satu-satu, lambat, kemudian berganti cepat didampingi dengan gerak tubuh yang sedang berposisi duduk bersimpuh, meliuk ke kiri dan ke kanan dengan gerakan cepat yang kian lama bertambah cepat.

Pada proses lahirnya lirik dalam tarian Rapai Geleng ini terdapat proses konvensional yang dimulai dari penyusunan lirik atau syair-syair oleh seorang Syekh dibantu dengan beberapa beberapa anggota.

 

Peserta dari siswa mengikuti perlombaan Rapai Geleng pada kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh di pelataran Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026). Aentenews Foto/Ampelsa

Sebelum dapat dibawakan dalam sebuah penampilan, lirik tersebut harus sudah mendapat persetujuan dari para tetua. Lirik atau syair-syair yang telah dibuat sesuai dengan ajaran Islam dan memiliki nilai-nilai dakwah dan seruan kepada kebajikan di dalamnya untuk bisa dimainkan di depan penonton

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Ampelsa Ps

Tags

Terkini

X