Untuk menyukseskan kegiatan ini, panitia melibatkan sejumlah warung kopi di Kota Meulaboh dengan menyediakan sebanyak 2.026 gelas kopi khop. Kolaborasi sejumlah warung kopi tersebut sekaligus menunjukkan dukungan pelaku usaha lokal dalam mempromosikan kekayaan kuliner khas Aceh Barat.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh peserta, panitia, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para pelaku usaha warung kopi yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menyebutkan bahwa kopi khop merupakan salah satu identitas kebanggaan masyarakat Aceh Barat yang telah dikenal luas. Bahkan, kopi khop menjadi daya tarik bagi masyarakat dari luar daerah yang datang ke Kota Meulaboh untuk menikmati minuman kopi dengan cara penyajian yang unik dengan rasa khas tersendiri.
“Pada hari ini kita akan mengukir sejarah. Tim Rekor MURI sudah hadir di Aceh Barat. Melalui kopi khop, kita ingin memperkenalkan kekayaan khas daerah ini kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar Tarmizi.
Menurutnya, kopi khop bukan sekadar minuman tradisional, melainkan juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Hampir seluruh warung kopi di Aceh Barat menyediakan kopi khop sebagai salah satu kulinter tradisional yang diminati wisatawan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Bupati juga menyampaikan bahwa kopi khop Aceh Barat telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI), yang menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat identitas produk lokal sekaligus meningkatkan nilai jualnya.
Ia berharap, melalui momentum pemecahan rekor MURI tersebut, kopi khop semakin dikenal luas di tingkat nasional dan mampu menjadi salah satu ikon wisata kuliner unggulan Kabupaten Aceh Barat.