Ia juga menyampaikan bahwa arahan percepatan ini merupakan tindak lanjut dari dua kali kunjungan Wakil Presiden ke Gayo Lues. Wapres telah melihat langsung kondisi di lapangan dan secara lisan meminta Bupati untuk segera menyampaikan kebutuhan mendesak ini ke Pemerintah Pusat.
“Penanganan darurat sudah berjalan bertahap. Tapi kalau pembangunan permanen tidak segera dimulai, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat akan terus terhambat,” tegasnya.
Sejumlah Infrastruktur Strategis yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk di percepat pembangunannya secara permanen itu meliputi, Jembatan Aih Bobo – Bentang 80 meter, Jembatan Kendawi – Bentang 80 meter, Jembatan Rerebe Tripe Jaya – Bentang 180 meter, Jembatan Pintu Rime – Bentang 180 meter, Jembatan Atu Peltak Penomon Jaya – Bentang 80 meter, Jembatan Sp. Kenyaran – Aih Ilang – Bentang 80 meter, Jembatan Lesten – Bentang 120 meter dan Pembangunan Jalan Lesten – Panjang 10,7 Kilometer.
Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap dukungan penuh dari Kementerian PU dapat segera terealisasi. Dengan pulihnya konektivitas antar wilayah, diharapkan roda ekonom di Gayo Lues juga ikut terdongkrak.
Aentenews by Ampelsa.