Program tersebut pada dasarnya diarahkan untuk menyediakan akses darurat maupun sementara bagi masyarakat di wilayah yang membutuhkan penghubung antarkawasan.
Wakil Bupati Gayo Lues, Maliki menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri yang telah membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Gayo Lues pascabencana alam banjir.
Menurutnya, dengan dukungan TNI dan Polri tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan akses masyarakat.
“Kita selaku pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gayo Lues ini sangat terbantu, terutama anak-anak sekolah dengan adanya jembatan ini,” katanya.
Sementara, Dandim 0113 Gayo Lues, Letkol Arm Fran Desiafan Eka Saputra mengatakan, pembangunan jembatan perintis Garuda merupakan upaya dari pemerintah melalui TNI untuk layanan masyarakat
Untuk kendaraan roda empat menurut Dandim, menggunakan jembatan-jembatan yang lebih kokoh atau jembatan utama seperti beton atau rangka baja. Tentunya, hal tersebut akan ditangani Pemerintah Daerah atau Dinas PUPR Provinsi sesuai dengan kewenangannya masing-masing.
Dandim menegaskan, program jembatan perintis dan air bersih bukan hanya diperuntukkan bagi daerah terdampak bencana, namun merata menyasar daerah terpencil di Indonesia.
“Jadi program ini adalah program dari pemerintah untuk memeratakan pembangunan, khususnya di daerah-daerah yang terpencil dan terisolir,” Katanya.