Melalui pembekalan pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal dan pengenalan manajemen usaha, peserta berdiskusi, bertukar pengalaman, hingga mempraktikkan bagaimana sebuah potensi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.
Ketua Bidang Subsektor Fashion Aneuk Muda Aceh Nanggroe Hebat (AMANAH) sekaligus brand owner Ija Kroeng, Khairul Fajri Yahya memberikan materi dan pengalaman praktis menjadi ruang bagi peserta untuk memahami bahwa pengembangan usaha tidak berhenti pada menghasilkan suatu produk, tetapi juga membutuhkan pengelolaan, identitas produk, kreativitas, serta kemampuan melihat peluang pasar.
Sahmi Yuliana, pelaku ekonomi kreatif yang mengikuti pelatihan itu, melihat kegiatan tersebut sebagai dorongan untuk kembali melangkah setelah bencana.
“Saya senang dengan adanya pelatihan seperti ini di Bener Meriah, apalagi materinya relevan dengan usaha kami tekuni dan sedang dalam tahap pengembangan. Selain itu juga dapat membuka peluang untuk meningkatkan pendapatan setelah bencana,” ungkap Sahmi.
Dorongangan yang sama disampaikan Wakil Bupati Bener Meriah, Armia menilai aktivasi ruang kreatif dapat menjadi titik awal untuk pengembangan kreativitas dan inovasi masyarakat.
“Kegiatan aktivasi ruang kreatif ini diharapkan menjadi pemantik awal bagi pelaku usaha di Kabupaten Bener Meriah untuk kreatif dan inovatif serta menjadi penggerak ekonomi daerah pascabencana,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat berlangsungnya pelatihan, Ruang Kreatif Merah Putih diharapkan menjadi ruang bertemunya gagasan, pelaku usaha, komunitas, dan potensi lokal. Interaksi tersebut penting untuk membangun jejaring antarpelaku ekraf sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang sesuai dengan karakteristik dan sumber daya Kabupaten Bener Meriah.
Bagi 80 pelaku ekraf yang hadir, ruang kreatif menjadi tempat untuk kembali belajar, bertemu, dan melihat kemungkinan-kemungkinan baru. Dari sana, kreativitas diharapkan tumbuh menjadi usaha, usaha berkembang menjadi penghasilan, dan penghasilan menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Bener Meriah untuk pulih, bangkit, dan kembali berdaya.