Penggunaan jembatan sementara tersebut menyebabkan arus lalu lintas harus diatur secara bergantian dan pada waktu tertentu menimbulkan antrean kendaraan, terutama karena jalur tersebut merupakan salah satu koridor utama pergerakan orang dan barang di kawasan Aceh dan Sumatera Utara.
Dengan beroperasinya jembatan permanen, Pemerintah Aceh berharap konektivitas transportasi di kawasan tersebut semakin lancar serta memberikan kepastian dan kenyamanan bagi masyarakat dan pelaku distribusi logistik.
Dek Fadh juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembangunan kembali jembatan tersebut. Menurutnya, percepatan pemulihan infrastruktur menjadi bagian penting dalam memastikan aktivitas masyarakat kembali normal setelah terdampak bencana.
“Sekali lagi kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja sehingga jembatan ini dapat kembali digunakan. Semoga keberadaan jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi di Aceh,” ujar Dek Fadh.
Dek Fadh juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran TNI yang sejak awal turut berperan dalam penanganan akses penghubung masyarakat, termasuk pembangunan jembatan darurat sebagai langkah cepat setelah Jembatan Krueng Tingkeum terputus akibat bencana. Menurutnya, kehadiran TNI menjadi bagian penting dalam memastikan akses masyarakat tetap tersedia selama proses pembangunan jembatan permanen berlangsung.
Selain itu, Dek Fadh menyampaikan penghargaan kepada jajaran TNI dan Polri yang telah bersama-sama menjaga kelancaran serta keamanan arus lalu lintas di kawasan jembatan selama masa penggunaan jembatan darurat.
“Kita juga menyampaikan terima kasih kepada TNI dan Polri yang sejak awal hadir membantu masyarakat. TNI telah membangun jembatan darurat, sementara TNI dan Polri terus menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas. Semua ini merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dek Fadh.//Redaksi.