Banda Aceh (Aentenews) - Jalur transportasi darat Medan-Banda Aceh, dipastikan kembali normal setelah pemerintah menyelesaikan pembangunan jembatan permanen yang membentang di atas Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireun.
"Apresiasi kami kepada Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian serta Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo atas beroperasinya kembali jembatan itu untuk lalu lintas umum, " kata Wagub Aceh Fadhulullah, Ahad (20/9).
Pembangunan kembali jembatan permanen Kutablang yang sebelumnya putus diterjang banjir bandang, akhir Nopember 2025 itu menjadi bagian penting dalam pemulihan konektivitas transportasi di jalur nasional Banda Aceh–Medan (Sumatera Utara).
Dek Fadh mengatakan, beroperasinya kembali jembatan tersebut sangat dinantikan masyarakat Aceh, mengingat Jembatan Krueng Tingkeum memiliki posisi strategis sebagai urat nadi dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta arus transportasi di jalur nasional Banda Aceh–Medan.
Menurutnya, keberadaan jembatan permanen tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat yang melintas, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa antara Aceh dan Sumatera Utara. Karena itu, Pemerintah Aceh menyambut baik selesainya pembangunan jembatan tersebut sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan infrastruktur pascabencana.
“Ini tentu sangat berarti bagi masyarakat. Jalur ini merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai wilayah di Aceh dengan Sumatera Utara. Dengan beroperasinya kembali jembatan permanen, kita berharap mobilitas masyarakat dan distribusi barang dapat kembali berjalan lebih lancar,” katanya.
Jembatan Krueng Tingkeum sebelumnya terputus akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Bireuen pada November 2025. Selama proses pembangunan kembali, masyarakat dan pengguna jalan mengandalkan jembatan Bailey sebagai jalur sementara dengan sistem buka-tutup arus kendaraan.