Banda Aceh (Aentenews) - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar aksi demonstrasi menuntut pemerintah serius dalam percepatan rehabilitasi dan reksontruksi pascabencana di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (10/9/2026).
Sekitar 400 mahasiswa membawa poster dan spanduk berhasil memasuki kantor Gubernur Aceh dengan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
Aksi damai mahasiswa yang digelar di pelataran kantor Gubernur Aceh sekitar pukul 16.30 Wib itu menyuarakan beberapa tuntutan atas kondisi masyarakat Aceh pasca bencana banjir November 2025 yang pemulihannya dinilai berjalan lamban dan tehab rekon hanya terkesan simbolis.
“Hari ini kita datang menyuarakan suara korban bencana dan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah untukmempercepat rehabilitas dan rekonstruksi pascabencana ,” kata Korlap aksi, Ammar Malik Nabil.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga mengkritik kinerja pemerintah apa yang telah dicapai dalam pemulihan setelah sembilan bulan pascabencana . Ribuan hunian tetap untuk korban bencana belum tuntas hingga saat ini dan selain infrastruktur jalan masih rusak di beberapa wilayah terdampak.
Mahasiswa juga mengritik kinerja Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi (PRR) pascabencana Sumatera dalam ha ini Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian bekerja lamban, sementara rakyat masih bergulat dengan lumpur dan ribuan rumah warga rusak dibiarkan lapuk tanpa kejelasan perbaikan.
Kondisi tersebut membuat warga belum memperoleh bantuan yang memadai serta belum merasakan kehadiran negara secara nyata dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.