Damai berarti memberi ruang bagi maaf untuk tumbuh, bagi keadilan untuk tegak, dan bagi setiap orang merasa dihargai, memiliki tempat, serta masa depan di tanah kelahirannya. Damai adalah saat perbedaan bukan lagi alasan untuk berpecah, melainkan kekuatan untuk membangun kesejahteraan bersama.
Konflik bisa diakhiri dalam sekejap. Tapi damai harus dirawat dengan kesabaran, ketulusan, dan pengorbanan sepanjang masa, agar 21 tahun perdamaian ini benar-benar mewujudkan kalimat akhirnya: "Tiada dusta di antara kita."
Kembali ke peringatan 15 Agustus 2026. Mungkin kericuhan tidak akan terjadi jika narasi "Tak Ada Dusta di Antara Kita" benar-benar dihidupkan. Bukan hanya diucapkan di mimbar, tetapi dipraktikkan dalam satu barisan, satu ruang, dan satu rasa. //Aentenews by Azhari.