Berkat pengalaman, posisi strategis, serta jaringan politik yang dimilikinya, tentu Riefky memiliki peluang untuk memastikan agar dinamika Musda tetap berada dalam koridor demokrasi dan kepentingan jangka panjang Partai Demokrat.
Pasalnya, Demokrat Aceh membutuhkan kepemimpinan yang inklusif, komunikasi terbuka, dan proses organisasi yang sehat. Musda bukan sekadar pertarungan untuk merebut posisi ketua, melainkan ujian kedewasaan politik seluruh kader.
Jika proses ini mampu dikelola dengan baik, maka Musda Demokrat Aceh tidak hanya berakhir dengan seorang ketua baru, tetapi juga dengan organisasi yang lebih solid, kader lebih dewasa, dan arah perjuangan yang lebih jelas, demikian Usman Lamreung Kepala Biro Humas dan Teknologi Informasi (ICT) di UNIDA Banda Aceh
.//Redaksi.