Banda Aceh (Aentenews) - Pengamat Sosial Politik Universitas Iskandar Muda (UNIDA) Banda Aceh, Usman Lamreung, menilai sosok Teuku Riefky Harsya sebagai salah satu tokoh utama Partai Demokrat Aceh dipandang penting dalam menjaga soliditas internal partai.
Sebab, menurutnya menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh, perhatian kader tidak hanya tertuju pada kontestasi kepemimpinan, tetapi juga pada peran tokoh-tokoh strategis yang dinilai memiliki kapasitas untuk menjaga keutuhan dan masa depan partai.
Di Banda Aceh, Jumat, Usman menilai dengan pengalaman panjang di tingkat nasional dan pemahaman yang kuat terhadap dinamika politik, Teuku Riefky diharapkan dapat memainkan peran sebagai figur yang mampu menenangkan suasana, menjembatani berbagai kepentingan, serta memastikan Musda berlangsung dalam semangat persatuan.
Sebab, kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari kemampuan memenangkan sebuah kontestasi, tetapi juga dari kapasitas untuk memastikan bahwa setiap proses politik internal tidak meninggalkan luka dan perpecahan.
"Kedekatan historis Teuku Riefky dengan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya di Partai Demokrat," ujar Usman Lamreung.
Namun tantangan ke depan, dinilai tidak cukup hanya mengandalkan sejarah dan kedekatan personal.
Lebih dari itu, keberhasilan seorang tokoh juga akan diukur dari kemampuannya membangun regenerasi dan mencetak kader-kader Demokrat Aceh yang memiliki kapasitas, integritas, serta kesiapan untuk melanjutkan kepemimpinan partai di masa mendatang.