Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto melakukan tinjauan ke lokasi hunian tetap in situ di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin (22/6). Foto Bidang Komunikasi Kebencanaan
Aceh Tamiang (Aentenews) - Pemerintah mengupayakan bantuan hunian tetap (huntap) In Situ untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh meningkat dari senilai Rp60 juta per unit menjadi Rp80 juta per unit.
“Jumlah tersebut adalah besaran bantuan yang diberikan untuk rumah dengan kategori rusak berat,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto usai meninjau progres pembangunan huntap in situ di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (22/6).
Kepala BNPB, Suryanto menyatakan, berdasarkan hasil peninjauan dan kondisi masyarakat terdampak di lapangan menunjukkan bahwa alokasi anggaran awal terlalu minim di tengah tingginya harga material logistik serta biaya distribusi ke wilayah yang relatif jauh dari pusat kota, sehingga menjadi faktor utama perlunya penyesuaian nilai bantuan.
Suharyanto menjelaskan, besaran bantuan Rp60 juta per unit saat ini cukup minim untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah, terutama di wilayah Aceh yang memiliki tantangan tersendiri dalam pengadaan dan distribusi material bangunan.
Pemerintah pusat melalui Rapat Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) telah menyepakati upaya peningkatan bantuan tersebut, yang saat ini masih dalam tahap proses pembahasan.
“Apabila nantinya disetujui, naik menjadi Rp65 juta, Rp70 juta, maupun Rp80 juta per unit, tentu kualitas rumah yang dibangun akan semakin baik dan lebih memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Suharyanto.