aceh

Mualem berkeinginan gas dan kondensat di proses di KEK Arun

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:14 WIB


Jakarta (Aentenews)  - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir menyatakan Gubernur Aceh Muzakir Manaaf, sapaan akrab Mualem berkeinginan gas dan kondensat diproses di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun., Lhokseumawe.





“Karena pengolahan di darat sangat efektif mengaktifkan industri pupuk dan petrokimia lokal serta multiplier effect lainnya,” katanya di Jakarta pada  18 Juni 2026.





Hal tersebut disampaikan seusai Sekda menerima Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai Tokoh Inspiratif Nasional 2026 di Hall Dewan Pers.





“Fasilitas darat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan fasilitas terapung yang sangat terisolasi di lepas pantai.”  katanya menjelaskan.





Fasilitas di darat, menurut Nasir dapat mendorong multiplier effect ekonomi dengan bertumbuhnya sektor-sektor industri-industri lainnya serta membuka lapangan usaha lainnya. “Jadi, Blok Andaman ini menjadi salah satu faktor yang berefek pada penurunan angka pengangguran,” ujarnya.





Menyinggung soal revisi Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), Sekda Nasir menyatakan itu merupakan instrumen penting dalam upaya mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Aceh.





Dana Otsus adalah instrument penting dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh. “Itulah sebabnya Mualem  berupaya keras memperjuangkan Dana Otsus,” katanya.


Halaman:

Tags

Terkini

Pemerintah akan tarik sisa anggaran TKD yang tak terserap

Selasa, 29 September 2026 | 15:10 WIB

46,6 kilogram sabu asal Malaysia ditangkap di Langsa

Selasa, 29 September 2026 | 09:14 WIB

Jembatan gantung diterjang banjir di Gayo Lues

Minggu, 27 September 2026 | 23:19 WIB

Fenomena Harvest Moon

Minggu, 27 September 2026 | 00:25 WIB

Lihat Fenomena Harvest Moon hiasi langit di Aceh 

Minggu, 27 September 2026 | 00:18 WIB

Ternyata Sabang tak hanya indah alamnya, tapi...

Sabtu, 26 September 2026 | 18:30 WIB

Wali kota: Malaysia pasar wisatawan penting bagi Sabang

Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

Finalisasi program peremajaan kopi seluas 10.200 hektare

Jumat, 25 September 2026 | 22:12 WIB