Jakarta (Aentenews) - Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M Nasir menyatakan Gubernur Aceh Muzakir Manaaf, sapaan akrab Mualem berkeinginan gas dan kondensat diproses di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun., Lhokseumawe.
“Karena pengolahan di darat sangat efektif mengaktifkan industri pupuk dan petrokimia lokal serta multiplier effect lainnya,” katanya di Jakarta pada 18 Juni 2026.
Hal tersebut disampaikan seusai Sekda menerima Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai Tokoh Inspiratif Nasional 2026 di Hall Dewan Pers.
“Fasilitas darat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah jauh lebih besar dibandingkan fasilitas terapung yang sangat terisolasi di lepas pantai.” katanya menjelaskan.
Fasilitas di darat, menurut Nasir dapat mendorong multiplier effect ekonomi dengan bertumbuhnya sektor-sektor industri-industri lainnya serta membuka lapangan usaha lainnya. “Jadi, Blok Andaman ini menjadi salah satu faktor yang berefek pada penurunan angka pengangguran,” ujarnya.
Menyinggung soal revisi Undang Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), Sekda Nasir menyatakan itu merupakan instrumen penting dalam upaya mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Aceh.
Dana Otsus adalah instrument penting dalam menekan angka kemiskinan dan pengangguran, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Aceh. “Itulah sebabnya Mualem berupaya keras memperjuangkan Dana Otsus,” katanya.